Jaringan lemak pada tubuh sanggup mengganggu perjuangan pendeteksian tumor. (Foto: Dok. Instagram)Jakarta, Obesitas atau kelebihan berat tubuh menjadi salah satu faktor risiko dari kanker. Bahkan ketika sudah terserang kanker, tak jarang berat tubuh ikut mengganggu proses deteksi.
Hal ini dipastikan dalam studi yang dilakukan Karolinska Institute, Swedia dengan melibatkan 2.012 perempuan yang terserang kanker payudara dalam kurun tahun 2001-2008.
Peneliti mencoba membandingkan besaran tumor yang ditemukan pada pasien ketika diagnosis dengan BMI (indeks massa tubuh) mereka.
Secara mengejutkan, peneliti menemukan bahwa mereka yang kegemukan cenderung memiliki tumor yang lebih besar ketika terdeteksi, baik dengan mamogram atau metode skrining lainnya.
Baca juga: Saat Menyusui, Risiko Perempuan Terkena Kanker Payudara Berkurang?
Fredrik Strand, ketua tim peneliti menjelaskan, penyebabnya sanggup alasannya yaitu payudara mereka lebih besar sehingga tumornya sulit ditemukan atau alasannya yaitu tumornya tumbuh lebih cepat.
Dengan kata lain, kalaupun ada tumor, benjolan di tubuh si pasien gres sanggup terdeteksi ketika sudah membesar. Padahal tumor dengan ukuran yang lebih besar ketika ditemukan berarti prognosis yang lebih buruk.
"Ini berarti perempuan dengan BMI tinggi baiknya ditawari untuk melaksanakan skrining dalam interval yang lebih pendek," seruan Strand menyerupai dilaporkan BBC.
Namun menanggapi studi ini, Sophia Lowes dari Cancer Research UK mengedepankan bahayanya melaksanakan skrining dalam jarak yang terlalu dekat.
Baca juga: Kondisi Kesehatan Seseorang Dilihat dari Kondisi Puting Susu
Bila terdeteksi mengidap kanker payudara, begini langkah awal penanganannya.
No comments:
Post a Comment