Monday, November 20, 2017

Sembuh dari Kanker, Wanita Ini Sukses Seberangi Selat Inggris Sendirian

Sembuh dari Kanker, Wanita Ini Sukses Seberangi Selat Inggris SendirianLizzie menekuni paddle board sehabis sembuh dari kanker tiroid. (Foto: Facebook/Lizzie Outside)

London, Kisah Lizzie Carr dimulai ketika ia gres saja pulang dari perjalanan keliling dunia lima tahun lalu. Saat itu ia menemukan benjolan kecil di tenggorokannya, yang belakangan diketahui sebagai kanker.

Setelah diperiksakan, benjolan itu ternyata yaitu kanker tiroid stadium dua. Ironisnya, tim dokter tidak sanggup menjamin kesembuhannya.

"Saya bahkan sempat tak mempercayainya lantaran tak ada tanda-tanda fisik sama sekali yang ada di diri saya," tuturnya menyerupai dilaporkan Daily Mail.

Namun lama-kelamaan Lizzie mulai mendapatkan suratan takdirnya. Dan semenjak itu pulalah ia menguatkan tekad untuk menikmati sisa-sisa umurnya dengan sebaik mungkin.

Begitu pengobatan radioterapi rampung dilakukan, Lizzie sempat tak tahu harus berbuat apa lantaran ia telah meninggalkan pekerjaannya yang lama. Kemudian ia mencoba olahraga paddle board.

Awalnya olahraga ini dipilih Lizzie hanya untuk mengembalikan kebugaran dan kekuatan tubuhnya. "Tak tahunya olahraga ini berdampak sangat besar bagi mental saya. Saya pun eksklusif memutuskan bergabung dengan klub pecinta paddle board," tandasnya.

Tak hanya menggemari paddle board, Lizzie juga mengatakan semangat barunya sebagai pecinta lingkungan.
Pengalamannya berjibaku melawan kanker mengubah pandangan hidupnya. Ia menjadi lebih optimis dan melaksanakan segala sesuatu dengan sepenuh hati. (Foto: Facebook/Lizzie Outside)Pengalamannya berjibaku melawan kanker mengubah pandangan hidupnya. Ia menjadi lebih optimis dan melaksanakan segala sesuatu dengan sepenuh hati. (Foto: Facebook/Lizzie Outside) Foto: Facebook/Lizzie Outside

Baca juga: Transformasi Para Penyintas Kanker, Dari Botak dan Pucat Kembali Cantik

Dari situ kemudian muncul impian dari perempuan yang sekarang berusia 30 tahun itu untuk menyusuri Selat Inggris (English Channel) yang mempunyai panjang 560 km.

Hal ini ia lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya sampah plastik di hampir semua perairan di Inggris. Kampanyenya itu ia beri tajuk #PlasticPatrol.

Diakui Lizzie, tantangan ini tidak gampang lantaran membutuhkan stamina yang tinggi, khususnya untuk menghadapi cuaca yang tak menentu. "Gelombangnya juga cukup tinggi, apalagi saya melawan arah angin," tambahnya.

Untungnya, ia sudah mempersiapkan diri dengan banyak melatih fisiknya di gym. "Untuk sanggup menyusurinya diharapkan total waktu 7,5 jam dan sepanjang jalan saya mengumpulkan sampel air sungai untuk dianalisis seberapa besar efek yang dirasakannya lantaran sampah plastik," katanya.

"Saya bersyukur sudah pernah hampir dihadapkan pada kanker dan kematian. Kondisi ini memberi saya keberanian untuk melaksanakan sesuatu dengan sepenuh hati," tutupnya.

Bahkan tak hanya di Inggris, kampanye yang dilakukan Lizzie juga melebar sampai ke wilayah lain menyerupai Barbados dan Kepulauan Karibia. Lizzie pun didapuk sebagai perempuan pertama yang berhasil menyusuri Selat Inggris seorang diri.
Lizzie dan komunitasnya aktif mengumpulkan sampah-sampah plastik di perairan Inggris. (Foto: Facebook/Lizzie Outside)Lizzie dan komunitasnya aktif mengumpulkan sampah-sampah plastik di perairan Inggris. (Foto: Facebook/Lizzie Outside) Foto: Facebook/Lizzie Outside

Baca juga: 6 Hal Penting yang Harus Dilakukan Para Survivor Kanker
Sumber detik.com

No comments:

Post a Comment